Mempelajari TKA Matematika adalah perjalanan mengasah logika, bukan sekadar menghafal rumus. Tes ini dirancang untuk menantang kemampuan berpikir kritis kamu dalam memecahkan masalah melalui konsep aljabar, geometri, bilangan, dan statistika. Dengan tekun berlatih, kamu tidak hanya bersiap meraih nilai terbaik, tetapi juga membangun ketajaman analisis untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mari hadapi setiap soal sebagai tantangan seru, dan ayo pelajari pembahasan soal TKA berikut ini untuk memperdalam pemahamanmu!
Penyelesaian Soal Matematika: Promo "Hemat Berempat"
📝 Soal 1.
Ani membeli 2 pulpen dan 2 pensil di sebuah toko alat tulis. Harga satuan pulpen adalah Rp12.000,00 dan harga satuan pensil adalah Rp8.000,00. Toko tersebut memberikan promo "Hemat Berempat" dengan ketentuan:
"Setiap pembelian 4 barang (boleh campur) akan mendapat potongan harga sebesar harga 1 barang termurah yang dibeli."
Berapa total harga yang harus dibayar Ani?
💡 Konsep Dasar
- Operasi Aritmetika: Penjumlahan dan pengurangan bilangan real.
- Logika Promo: Total Bayar = (Total Harga Normal) - (Potongan Harga).
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
| Langkah | Keterangan & Perhitungan |
|---|---|
| 1. Hitung Total Harga Normal |
(2 × Rp12.000) + (2 × Rp8.000) = Rp24.000 + Rp16.000 = Rp40.000,00 |
| 2. Identifikasi Barang Termurah |
Barang yang dibeli: Pulpen (12rb) dan Pensil (8rb). Harga termurah = Rp8.000,00 (Pensil). |
| 3. Hitung Total Setelah Diskon |
Total Normal - Potongan Harga = Rp40.000 - Rp8.000 = Rp32.000,00 |
Penyelesaian Soal Matematika: Perkiraan Harga Beras
📝 Soal 2.
Sebuah toko menjual 1 kg beras seharga Rp12.750,00. Jika seseorang membeli 19,6 kg untuk jenis beras yang sama, berapa perkiraan total harga yang mungkin?
(Pilih semua jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
- ☐ Kurang dari Rp260.000,00.
- ☐ Lebih besar dari Rp240.000,00.
- ☐ Dapat diperkirakan dengan 20 × 12.500,00.
- ☐ Mendekati Rp230.000,00.
💡 Konsep Dasar
- Operasi Perkalian Desimal: Mengalikan berat barang dengan harga satuan.
- Estimasi / Penaksiran: Membulatkan angka ke nilai yang mudah dihitung untuk mendapatkan perkiraan hasil (contoh: 19,6 dibulatkan menjadi 20).
🚀 Analisis Pilihan Jawaban
Pertama, mari kita hitung nilai pastinya terlebih dahulu (atau gunakan estimasi terdekat):
Total Harga Pasti = 19,6 kg × Rp12.750,00 = Rp249.900,00
Sekarang, mari kita evaluasi setiap pernyataan:
| Pernyataan | Analisis | Status |
|---|---|---|
| Kurang dari Rp260.000,00. | Harga pastinya Rp249.900, yang mana memang lebih kecil dari Rp260.000. | Benar |
| Lebih besar dari Rp240.000,00. | Harga pastinya Rp249.900, yang mana memang lebih besar dari Rp240.000. | Benar |
| Dapat diperkirakan dengan 20 × 12.500,00. | 19,6 kg bisa dibulatkan ke atas menjadi 20 kg. Rp12.750 bisa diestimasi ke Rp12.500 untuk memudahkan hitungan cepat (20 × 12.500 = 250.000). Hasilnya (Rp250.000) sangat mendekati hasil asli (Rp249.900). | Benar |
| Mendekati Rp230.000,00. | Hasil aslinya (Rp249.900) lebih mendekati Rp250.000, bukan Rp230.000. | Salah |
Penyelesaian Soal Matematika: Faktor Persekutuan
📝 Soal 3.
Terdapat tiga bilangan yang dinyatakan dengan (332 − 32), (82 + 296), dan (36 × 35).
Bilangan apa saja yang merupakan faktor persekutuan ketiga bilangan tersebut?
(Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
- ☐ 23 × 33 × 7
- ☐ 22 × 32 × 7
- ☐ 22 × 32 × 5
- ☐ 2 × 32 × 5
💡 Konsep Dasar
- Faktorisasi Prima: Mengurai bilangan menjadi perkalian bilangan-bilangan prima.
- Sifat Aljabar: a2 − b2 = (a − b)(a + b).
- Faktor Persekutuan: Bilangan yang dapat membagi habis semua bilangan yang diberikan. Untuk mencarinya, tentukan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dengan mengambil faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil. Semua faktor dari FPB juga merupakan faktor persekutuan.
🚀 Langkah-Langkah Pemfaktoran
Gunakan sifat aljabar: (33 − 3) × (33 + 3) = 30 × 36.
Faktorisasi: (2 × 3 × 5) × (22 × 32) = 23 × 33 × 5.
Hitung nilainya: 64 + 296 = 360.
Faktorisasi 360 = 36 × 10 = (22 × 32) × (2 × 5) = 23 × 32 × 5.
Faktorisasi: (22 × 32) × (5 × 7) = 22 × 32 × 5 × 7.
Ambil faktor prima yang ada di ketiga bilangan dengan pangkat paling kecil.
Faktor 2 (pangkat terkecil 22), Faktor 3 (pangkat terkecil 32), Faktor 5 (pangkat terkecil 5). Faktor 7 tidak diambil karena tidak ada di bilangan 1 dan 2.
FPB = 22 × 32 × 5.
🔍 Analisis Pilihan Jawaban
Setiap jawaban yang benar harus merupakan faktor dari FPB (pangkatnya tidak boleh melebihi FPB, dan tidak boleh ada faktor prima selain 2, 3, dan 5).
| Opsi Jawaban | Analisis | Status |
|---|---|---|
| 23 × 33 × 7 | Pangkat 2 dan 3 melebihi FPB, dan memuat angka 7. | Salah |
| 22 × 32 × 7 | Memuat angka 7 (bukan faktor dari bilangan 1 dan 2). | Salah |
| 22 × 32 × 5 | Sama persis dengan nilai FPB. | Benar |
| 2 × 32 × 5 | Pangkatnya lebih kecil/sama dengan FPB, sehingga pasti merupakan faktor persekutuan. | Benar |
Penyelesaian Soal Matematika: Perbandingan Senilai
📝 Soal Nomor 4
Untuk membuat larutan desinfektan atau larutan pembasmi kuman, dibutuhkan cairan A dan B dengan perbandingan A : B = 3 : 5.
Jika tersedia 2,5 liter cairan B, maka volume maksimum larutan yang dapat dibuat adalah ....
- ◯ 3,6 liter
- ◯ 4,0 liter
- ◯ 4,8 liter
- ◯ 6,4 liter
💡 Konsep Dasar
- Perbandingan: Jika diketahui perbandingan bagian-bagiannya, kita bisa mencari nilai suatu bagian jika nilai bagian lainnya (atau totalnya) diketahui.
- Rumus Cepat: Nilai yang dicari = (Rasio yang dicari / Rasio yang diketahui nilainya) × Nilai yang diketahui.
- Volume Total: Karena yang ditanyakan adalah "volume larutan", maka itu berarti gabungan dari cairan A dan cairan B.
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
Rasio Cairan A = 3
Rasio Cairan B = 5
Rasio Total Larutan (A + B) = 3 + 5 = 8
Kita tahu volume B = 2,5 liter. Kita ingin mencari Volume Total.
Volume Total = (Rasio Total / Rasio B) × Volume B
Volume Total = (8 / 5) × 2,5 liter
Volume Total = 8 × (2,5 / 5)
Volume Total = 8 × 0,5
Volume Total = 4,0 liter
Cari volume cairan A terlebih dahulu.
Volume A = (3/5) × 2,5 = 1,5 liter.
Total Volume = Volume A + Volume B = 1,5 liter + 2,5 liter = 4,0 liter.
Penyelesaian Soal Matematika: Aritmetika Sosial (Harga Barang)
📝 Soal Nomor 5
Harga setengah kilogram cabe rawit pada hari ini adalah Rp35.000,00.
Jika hari ini Ibu membeli cabe rawit seberat 2¼ kilogram, total harga yang harus dibayar Ibu adalah ....
- ◯ Rp175.000,00
- ◯ Rp157.500,00
- ◯ Rp140.000,00
- ◯ Rp87.500,00
💡 Konsep Dasar
- Harga Satuan: Untuk mempermudah perhitungan, kita bisa mencari tahu harga per 1 kilogram terlebih dahulu.
- Operasi Pecahan/Desimal: Mengalikan total berat yang dibeli dengan harga per kilogram. (Catatan: 2¼ dapat diubah menjadi desimal 2,25 atau pecahan biasa 9/4).
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
Diketahui harga ½ kg = Rp35.000,00.
Untuk mencari harga 1 kg utuh, kita kalikan harganya dengan 2:
Harga 1 kg = Rp35.000,00 × 2 = Rp70.000,00.
Ibu membeli cabe rawit seberat 2¼ kg (atau 2,25 kg).
Total Harga = Berat yang dibeli × Harga 1 kg
Total Harga = 2,25 × Rp70.000,00
Untuk memudahkan, gunakan pecahan: 2¼ = 9/4.
(9 / 4) × 70.000
= 9 × (70.000 / 4)
= 9 × 17.500
= 157.500.
Penyelesaian Soal Matematika: Perbandingan Berbalik Nilai
Wacana: Proyek Renovasi Gedung
Proyek renovasi suatu gedung sekolah harus diselesaikan paling lambat dalam waktu 60 hari sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Manajer proyek telah menghitung kebutuhan tenaga kerja dengan asumsi setiap pegawai memiliki kemampuan dan produktivitas yang sama setiap harinya. Kemajuan proyek sangat bergantung pada jumlah pegawai; semakin banyak pegawai yang bekerja, maka waktu pengerjaan akan semakin singkat.
Pekerjaan dinyatakan selesai jika seluruh beban kerja telah terpenuhi. Jika terjadi kendala pada jumlah pegawai atau waktu kerja, manajer harus melakukan penyesuaian agar total beban kerja tetap terpenuhi tepat waktu. Penyesuaian ini sangat penting dilakukan agar renovasi gedung selesai tepat 60 hari tanpa melanggar batas kontrak yang ada.
📝 Soal Nomor 6
Berdasarkan perencanaan awal, renovasi gedung dapat diselesaikan oleh 12 pegawai dalam waktu 60 hari. Jika manajer memutuskan untuk menambah jumlah pegawai menjadi 18 orang agar pekerjaan lebih cepat selesai, maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan renovasi tersebut adalah…
- ◯ 30 hari
- ◯ 40 hari
- ◯ 45 hari
- ◯ 90 hari
💡 Konsep Dasar
- Perbandingan Berbalik Nilai: Jika jumlah pekerja bertambah, maka waktu yang dibutuhkan akan berkurang (semakin cepat selesai).
- Rumus Beban Kerja (Total Pekerjaan):
Beban Kerja = Jumlah Pekerja × Waktu Pengerjaan
Total beban kerja pada suatu proyek selalu tetap/konstan.
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
Jumlah pekerja awal (P1) = 12 orang
Waktu awal (W1) = 60 hari
Total Beban Kerja = P1 × W1 = 12 × 60 = 720 satuan kerja.
Jumlah pekerja baru (P2) = 18 orang
Waktu baru (W2) = ? (Yang ditanyakan)
Karena beban kerjanya tetap sama, maka:
P2 × W2 = Total Beban Kerja
18 × W2 = 720
W2 = 720 / 18
W2 = 40 hari
Penyelesaian Soal Matematika: Analisis Beban Kerja Proyek
Wacana: Proyek Renovasi Gedung
Proyek renovasi suatu gedung sekolah harus diselesaikan paling lambat dalam waktu 60 hari sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Manajer proyek telah menghitung kebutuhan tenaga kerja dengan asumsi setiap pegawai memiliki kemampuan dan produktivitas yang sama setiap harinya. Kemajuan proyek sangat bergantung pada jumlah pegawai; semakin banyak pegawai yang bekerja, maka waktu pengerjaan akan semakin singkat.
Pekerjaan dinyatakan selesai jika seluruh beban kerja telah terpenuhi. Jika terjadi kendala pada jumlah pegawai atau waktu kerja, manajer harus melakukan penyesuaian agar total beban kerja tetap terpenuhi tepat waktu. Penyesuaian ini sangat penting dilakukan agar renovasi gedung selesai tepat 60 hari tanpa melanggar batas kontrak yang ada.
📝 Soal Nomor 7
Rencana awal, renovasi gedung dilakukan oleh 15 pegawai. Namun, pada 10 hari pertama, hanya 10 pegawai yang bekerja karena sebagian lainnya harus beristirahat. Setelah hari ke-10, seluruh pegawai (15 orang) kembali bekerja.
Berdasarkan situasi tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang penyelesaian renovasi gedung tersebut!
💡 Konsep Dasar
- Satuan Beban Kerja: Untuk memudahkan, kita gunakan satuan "Hari-Orang" (HO).
Beban Kerja = Jumlah Pegawai × Waktu Pengerjaan. - Sisa Pekerjaan: Total Beban Kerja Rencana dikurangi Beban Kerja yang sudah diselesaikan.
🚀 Perhitungan Dasar
15 pegawai × 60 hari = 900 Hari-Orang (HO).
Hanya 10 pegawai yang bekerja selama 10 hari.
Pekerjaan Selesai = 10 pegawai × 10 hari = 100 HO.
Sisa Beban Kerja = 900 HO - 100 HO = 800 HO.
Sisa Waktu = 60 hari - 10 hari = 50 hari.
🔍 Analisis Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Analisis & Perhitungan | Status |
|---|---|---|
| Sisa pekerjaan yang harus diselesaikan setelah hari ke-10 adalah setara dengan pekerjaan 800 hari penuh yang dikerjakan 1 orang. | Dari perhitungan dasar di atas, sisa beban kerja adalah 800 HO. Artinya, jika dikerjakan oleh 1 orang saja, memang akan membutuhkan waktu 800 hari. | Benar |
| Selama 10 hari pertama, proyek mengalami ketertinggalan jadwal yang setara dengan hasil kerja 5 orang selama 10 hari. | Rencana awal untuk 10 hari: 15 orang × 10 hari = 150 HO. Realisasi: 10 orang × 10 hari = 100 HO. Ketertinggalan = 150 - 100 = 50 HO. Hasil kerja 5 orang selama 10 hari adalah 5 × 10 = 50 HO. Nilainya sama persis. |
Benar |
| Agar renovasi tetap selesai tepat waktu manajer cukup mempekerjakan kembali 15 pegawai semula tanpa perlu menambah tenaga kerja tambahan. | Sisa pekerjaan = 800 HO. Sisa waktu = 50 hari. Tenaga kerja yang dibutuhkan = 800 / 50 = 16 pegawai. Jika manajer hanya mempekerjakan 15 pegawai, pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu. Ia harus menambah 1 pegawai lagi. |
Salah |
Penyelesaian Soal Matematika: Pekerjaan Terhenti (Perbandingan)
Wacana: Proyek Renovasi Gedung
Proyek renovasi suatu gedung sekolah harus diselesaikan paling lambat dalam waktu 60 hari sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Manajer proyek telah menghitung kebutuhan tenaga kerja dengan asumsi setiap pegawai memiliki kemampuan dan produktivitas yang sama setiap harinya. Kemajuan proyek sangat bergantung pada jumlah pegawai; semakin banyak pegawai yang bekerja, maka waktu pengerjaan akan semakin singkat.
Pekerjaan dinyatakan selesai jika seluruh beban kerja telah terpenuhi. Jika terjadi kendala pada jumlah pegawai atau waktu kerja, manajer harus melakukan penyesuaian agar total beban kerja tetap terpenuhi tepat waktu. Penyesuaian ini sangat penting dilakukan agar renovasi gedung selesai tepat 60 hari tanpa melanggar batas kontrak yang ada.
📝 Soal Nomor 8
Rencana awal renovasi gedung diproyeksikan untuk 20 pegawai. Namun setelah pekerjaan berjalan 24 hari, pekerjaan berhenti total selama 12 hari (tidak ada pegawai yang bekerja) karena kendala cuaca. Manajer proyek melakukan analisis untuk menentukan langkah penyesuaian jumlah pegawai.
Berdasarkan situasi tersebut, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai tentang penyelesaian renovasi gedung dalam sisa waktu yang tersedia?
(Pilih semua jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
- ☐ Sisa waktu efektif yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh sisa pekerjaan adalah 24 hari.
- ☐ Beban pekerjaan yang masih tersisa setara dengan hasil kerja 20 orang selama 60 hari.
- ☐ Manajer proyek harus menyiapkan total 30 pegawai agar proyek selesai tepat waktu.
- ☐ Manajer proyek cukup menambah 5 orang pegawai dari jumlah semula agar renovasi gedung selesai tepat waktu.
💡 Konsep Dasar
- Satuan Beban Kerja: Dihitung dengan rumus
Pekerja × Waktu = Total Hari-Orang (HO). - Pekerjaan Terhenti: Waktu target terus berjalan meskipun tidak ada yang bekerja. Maka, sisa waktu efektif akan jauh berkurang.
- Rumus Sisa Waktu: Sisa Waktu = Waktu Total - Waktu Berjalan - Waktu Terhenti.
🚀 Analisis dan Perhitungan
20 pegawai × 60 hari = 1.200 Hari-Orang (HO).
Pekerjaan berjalan normal selama 24 hari pertama oleh 20 pegawai.
Pekerjaan Selesai = 20 pegawai × 24 hari = 480 HO.
Sisa Pekerjaan = 1.200 - 480 = 720 HO.
Sisa Waktu = 60 hari (target) - 24 hari (kerja) - 12 hari (libur cuaca) = 24 hari.
Pekerja yang dibutuhkan = Sisa Pekerjaan / Sisa Waktu
Kebutuhan = 720 / 24 = 30 pegawai total.
Tambahan Pekerja = 30 - 20 (awal) = 10 pegawai tambahan.
🔍 Evaluasi Pilihan Jawaban
| Pernyataan | Evaluasi Berdasarkan Perhitungan | Status |
|---|---|---|
| Sisa waktu efektif yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh sisa pekerjaan adalah 24 hari. | Sisa waktu adalah 60 - 24 - 12 = 24 hari. Sesuai dengan perhitungan. | Benar |
| Beban pekerjaan yang masih tersisa setara dengan hasil kerja 20 orang selama 60 hari. | Sisa beban kerja adalah 720 HO. Jika dikerjakan 20 orang, butuh waktu 36 hari (720 / 20), bukan 60 hari. | Salah |
| Manajer proyek harus menyiapkan total 30 pegawai agar proyek selesai tepat waktu. | Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan 720 HO dalam waktu 24 hari, butuh 720 / 24 = 30 pegawai. | Benar |
| Manajer proyek cukup menambah 5 orang pegawai dari jumlah semula agar renovasi gedung selesai tepat waktu. | Manajer butuh 30 pegawai. Awalnya ada 20. Berarti harus menambah 10 pegawai, bukan 5 pegawai. | Salah |
Penyelesaian Soal Literasi: Alur Pelayanan Donor Darah
Wacana: Alur Pelayanan Donor Darah
Kegiatan donor adalah salah satu bentuk aksi kemanusian yang sangat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan hidup bagi orang lain yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami kecelakaan, setelah menjalani operasi, atau menderita penyakit yang serius. Tak hanya untuk penerima, pendonor juga bisa mendapatkan manfaat. Diantaranya bermanfaat untuk mendeteksi penyakit, meningkatkan produksi sel darah, dan menjaga kesehatan jantung. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan donor darah tiga bulan setelah donor darah terakhir.
Biasanya aksi donor darah difasilitasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Berikut adalah alur kegiatan donor darah di sebuah posko PMI.
📝 Soal Nomor 9
Seorang pendonor darah mendatangi posko PMI. Kebetulan saat ini sedang tidak ada antrean sehingga orang tersebut dapat langsung dilayani.
Jika tidak ada kendala pada pelayanan donor darah, apa yang sedang dilakukan pendonor tersebut setelah 25 menit berlalu?
- ◯ Tahap pemeriksaan kesehatan
- ◯ Duduk di kursi tunggu
- ◯ Proses pengambilan darah
- ◯ Istirahat di ruang pemulihan
💡 Konsep Dasar Waktu Pelayanan PMI
- Tanpa Antrean: Waktu pelayanan dihitung langsung sejak pendonor tiba di lokasi.
- Estimasi Alur Standar: Pengisian formulir (5-10 menit) → Pemeriksaan kesehatan & tensi (10-15 menit) → Pengambilan darah (10-15 menit) → Pemulihan (10-15 menit).
🚀 Analisis Garis Waktu (Timeline)
Pendonor datang langsung dilayani, mengisi formulir pendaftaran dan kuesioner riwayat kesehatan.
Pengecekan berat badan, tekanan darah (tensi), dan kadar Hemoglobin (Hb) oleh dokter jaga. Jika lolos, pendonor diarahkan ke ranjang donor.
Proses pengambilan darah (aféresis atau donor biasa) umumnya memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit.
*Pada menit ke-25, pendonor sedang berada dalam fase ini.
Setelah donor selesai, pendonor akan diminta beristirahat sejenak sambil menikmati makanan ringan/minuman untuk memulihkan kondisi sebelum pulang.
Penyelesaian Soal Literasi: Analisis Waktu & Posisi Pendonor
Wacana: Situasi Antrean Donor Darah
Pada suatu waktu, Yuda baru saja sampai di posko PMI untuk melakukan donor darah. Diketahui bahwa Rama dan Fajar juga berada di posko PMI tersebut.
Rama sedang menunggu antrean untuk proses pengambilan darah, sedangkan Fajar sedang proses pengambilan darah sejak 16 menit yang lalu. Mereka tidak ada janji untuk pulang bersama ketika donor darah selesai.
📝 Soal Nomor 10
Berikut ini pernyataan manakah yang mungkin akan terjadi di posko PMI tersebut?
(Pilih semua jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
- ☐ Yuda sempat bertemu Rama di kursi tunggu.
- ☐ Ketika Yuda proses pengambilan darah, Fajar telah pulang lebih dulu.
- ☐ Yuda menunggu di kursi tunggu selama 30 menit.
- ☐ Sejak pertama kali datang hingga pulang, Yuda menghabiskan waktu lebih dari 1,5 jam.
💡 Konsep Dasar Logika Posisi
- Yuda: Baru datang (Tahap 1: Administrasi & Cek Kesehatan). Masih panjang perjalanannya menuju pengambilan darah.
- Rama: Sedang menunggu di kursi tunggu antrean pengambilan darah (Tahap 2).
- Fajar: Sedang diambil darahnya sejak 16 menit lalu (Tahap 3). Mengingat pengambilan darah umumnya memakan waktu 10-15 menit, Fajar sudah hampir/baru saja selesai dan akan segera masuk ruang pemulihan lalu pulang.
🔍 Evaluasi Kemungkinan (Pilihan Jawaban)
Karena soal menanyakan apa yang "mungkin terjadi", kita harus menilai apakah kejadian tersebut logis dan tidak menyalahi urutan waktu.
| Pernyataan | Logika & Analisis Kemungkinan | Status |
|---|---|---|
| Yuda sempat bertemu Rama di kursi tunggu. | Mungkin. Jika antrean pengambilan darah cukup panjang, Rama masih akan berada di kursi tunggu ketika Yuda selesai melakukan cek kesehatan dan menyusul ke kursi tunggu. | Benar (Mungkin) |
| Ketika Yuda proses pengambilan darah, Fajar telah pulang lebih dulu. | Sangat Mungkin. Fajar sudah 16 menit diambil darahnya (sebentar lagi selesai dan pulang). Sementara Yuda baru datang dan harus melewati administrasi, cek kesehatan, hingga antre. Saat giliran Yuda tiba, Fajar pasti sudah pulang. | Benar (Mungkin) |
| Yuda menunggu di kursi tunggu selama 30 menit. | Mungkin. Fakta bahwa Rama sedang mengantre menunjukkan bahwa saat itu sedang ada antrean (tidak kosong). Durasi tunggu 30 menit di PMI adalah hal yang sangat wajar jika sedang ramai. | Benar (Mungkin) |
| Sejak pertama kali datang hingga pulang, Yuda menghabiskan waktu lebih dari 1,5 jam. | Mungkin. Administrasi (10m) + Cek Kesehatan (15m) + Antre (misal 40m) + Donor (15m) + Pemulihan (15m) = 95 menit (>1,5 jam). Hal ini sangat mungkin terjadi pada kondisi antrean yang sedang ramai. | Benar (Mungkin) |
Penyelesaian Soal Literasi: Analisis Waktu Pelayanan PMI
Wacana: Alur Pelayanan Donor Darah
Posko PMI menambahkan satu tempat lagi untuk proses pengambilan darah dan di tahap pemulihan. Sehingga dapat melayani 2 orang sekaligus pada proses pengambilan darah.
Pada hari ini saat pukul 11.30 terlihat situasi sebagai berikut:
- 2 orang di ruang pemulihan (Orang A baru mulai, Orang B sudah berjalan 15 menit).
- 2 orang sedang proses pengambilan darah.
- 1 orang di kursi tunggu.
- 1 orang akan melakukan pemeriksaan kesehatan.
- 1 orang akan melakukan pendaftaran.
📝 Soal Nomor 11
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang situasi di lokasi donor darah pada hari tersebut!
💡 Konsep Dasar (Hitung Mundur Waktu)
- Alur Waktu Standar: Registrasi (~10 mnt) → Cek Kesehatan (~15 mnt) → Pengambilan Darah (~15 mnt) → Pemulihan. Total waktu sebelum pemulihan adalah sekitar 40-45 menit.
- Posisi Pendonor Pertama: Orang yang paling awal datang adalah "Orang B" yang sudah 15 menit di ruang pemulihan pada pukul 11.30.
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Logika & Perhitungan Mundur | Status |
|---|---|---|
| Posko PMI mulai didatangi calon pendonor sejak pukul 10.30. | Pendonor paling awal (Orang B) sudah 15 menit di pemulihan pada pkl 11.30. Artinya ia masuk pemulihan pkl 11.15. Jika proses sebelumnya memakan waktu sekitar 40-45 menit, maka ia tiba di posko sekitar pukul 10.30. | Benar |
| Ada kemungkinan terdapat 3 orang di ruang tunggu. | Kapasitas pengambilan darah hanya 2 orang. Jika ada banyak pendonor yang datang bersamaan dan selesai cek kesehatan, mereka harus antre. Sangat mungkin antrean menumpuk hingga 3 orang di kursi tunggu pada waktu tertentu. | Benar |
| Pada pukul 11.00 belum ada pendonor yang memasuki tahap pemulihan. | Pendonor tercepat (Orang B) baru masuk tahap pemulihan pada pukul 11.15. Maka, pada pukul 11.00 ia masih dalam proses pengambilan darah (belum masuk pemulihan). | Benar |
Penyelesaian Soal Matematika: Menyederhanakan Bentuk Aljabar
📝 Soal Nomor 12
Perhatikan bentuk aljabar berikut.
Bentuk sederhana dari bentuk aljabar tersebut adalah ….
- ◯ 4(x + 2)
- ◯ x + 2 + 4y
- ◯ 4(x + 8)
- ◯ 4x + 2y
💡 Konsep Dasar
- Sifat Distributif (Pemfaktoran): Jika terdapat faktor yang sama pada suku-suku penjumlahan, kita bisa "mengeluarkannya" menggunakan sifat ab + ac = a(b + c).
- Pada soal ini, perhatikan bahwa suku pertama dan suku kedua sama-sama memiliki pengali (x + 2).
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
Bentuk aljabarnya adalah: (x + 2)(3 + y) + (x + 2)(1 − y).
Faktor yang sama dari kedua suku tersebut adalah (x + 2).
Tarik (x + 2) ke depan dan kumpulkan sisa bentuk aljabarnya di dalam kurung siku.
= (x + 2) [ (3 + y) + (1 − y) ]
Gabungkan suku-suku yang sejenis (angka dengan angka, variabel y dengan variabel y).
= (x + 2) [ 3 + 1 + y − y ]
= (x + 2) [ 4 + 0 ]
= (x + 2)(4)
Penyelesaian Soal Matematika: Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
Wacana: Biaya Pengantaran Barang
Sebuah jasa pengantaran barang mengenakan biaya sebagai berikut:
- Biaya tetap pemesanan sebesar Rp12.000,00.
- Biaya pengantaran Rp4.000,00 per kilometer.
Seorang pelanggan memiliki anggaran tidak lebih dari Rp40.000,00 untuk satu kali pemesanan jasa antar.
📝 Soal Nomor 13
Berikut ini, manakah pernyataan yang benar tentang permasalahan tersebut?
(Pilih semua jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
- ☐ Apabila x menyatakan jarak pengantaran (dalam km), maka permasalahan dapat dimodelkan dengan 4.000x + 12.000 ≤ 40.000.
- ☐ Jarak pengantaran maksimum yang masih dapat dipilih pelanggan adalah 7 km.
- ☐ Jika jarak pengantaran 8 km, maka biaya total melebihi anggaran.
- ☐ Penambahan jarak antar 1 km akan menambah biaya sebesar Rp16.000,00.
💡 Konsep Dasar
- Model Matematika Total Biaya: Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya per km × Jarak).
- Pertidaksamaan: Kata kunci "tidak lebih dari" berarti kita harus menggunakan tanda ≤ (kurang dari atau sama dengan).
🔍 Analisis dan Evaluasi Pernyataan
| Pernyataan | Analisis & Perhitungan Matematis | Status |
|---|---|---|
| Apabila x menyatakan jarak pengantaran (dalam km), maka permasalahan dapat dimodelkan dengan 4.000x + 12.000 ≤ 40.000. | Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya per km × Jarak). Total Biaya = 12.000 + 4.000x. Karena anggaran "tidak lebih dari" Rp40.000, maka persamaannya adalah 4.000x + 12.000 ≤ 40.000. |
Benar |
| Jarak pengantaran maksimum yang masih dapat dipilih pelanggan adalah 7 km. | Selesaikan pertidaksamaannya: 4.000x + 12.000 ≤ 40.000 4.000x ≤ 40.000 - 12.000 4.000x ≤ 28.000 x ≤ 28.000 / 4.000 x ≤ 7. Jadi, jarak maksimum adalah 7 km. |
Benar |
| Jika jarak pengantaran 8 km, maka biaya total melebihi anggaran. | Substitusi x = 8 ke dalam total biaya: Total Biaya = 12.000 + 4.000(8) = 12.000 + 32.000 = Rp44.000,00. Nilai ini melebihi anggaran pelanggan yang hanya Rp40.000,00. |
Benar |
| Penambahan jarak antar 1 km akan menambah biaya sebesar Rp16.000,00. | Sesuai wacana, tarif jarak adalah Rp4.000,00 per kilometer. Jadi, penambahan 1 km hanya akan menambah biaya sebesar Rp4.000,00, bukan Rp16.000,00. | Salah |
Penyelesaian Soal Matematika: Sistem Persamaan Linear (SPL)
📝 Soal Nomor 14
Misalkan a dan b merupakan dua bilangan real sehingga sistem persamaan linear (SPL)
bx − 2y = −1
mempunyai solusi (x, y) = (5, −2). Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut terkait dengan nilai a dan b!
💡 Konsep Dasar
- Jika sebuah sistem persamaan memiliki solusi (x, y), maka kita bisa mensubstitusikan (memasukkan) nilai x dan y tersebut ke dalam persamaan untuk mencari variabel lain yang belum diketahui (dalam hal ini a dan b).
🚀 Langkah-Langkah Mencari Nilai a dan b
Substitusikan x = 5 dan y = −2 ke persamaan pertama (2x + ay = 4).
2(5) + a(−2) = 4
10 − 2a = 4
2a = 10 − 4
2a = 6 → a = 3
Substitusikan x = 5 dan y = −2 ke persamaan kedua (bx − 2y = −1).
b(5) − 2(−2) = −1
5b + 4 = −1
5b = −1 − 4
5b = −5 → b = −1
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
Sekarang kita evaluasi pernyataannya dengan nilai a = 3 dan b = −1.
| Pernyataan | Pembuktian | Status |
|---|---|---|
| A. a merupakan bilangan prima. | Nilai a = 3. Angka 3 hanya memiliki dua faktor (1 dan 3), sehingga benar merupakan bilangan prima. | Benar |
| B. b merupakan bilangan ganjil. | Nilai b = −1. Angka ganjil adalah bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2. −1 termasuk bilangan ganjil negatif. | Benar |
| C. 10a + b = 31. | Substitusi: 10(3) + (−1) = 30 − 1 = 29. Hasilnya adalah 29, bukan 31. |
Salah |
Penyelesaian Soal Matematika: Relasi dan Fungsi
📝 Soal Nomor 15
Sebuah pabrik memproduksi batang logam. Fungsi f(x) = 5x + 10 menyatakan berat total (kg) untuk x batang logam.
Jika pabrik memproduksi 7 batang logam, berapa total berat logam yang dihasilkan?
- ◯ 35 kg.
- ◯ 45 kg.
- ◯ 50 kg.
- ◯ 70 kg.
💡 Konsep Dasar
- Substitusi Nilai Fungsi: Fungsi matematika ibarat sebuah mesin. Jika kita memasukkan bahan baku (nilai x), mesin akan memprosesnya sesuai rumus fungsi untuk menghasilkan produk akhir (nilai f(x)).
- Pada soal ini, x mewakili jumlah batang logam. Kita hanya perlu mengganti huruf x pada rumus fungsi dengan angka jumlah batang yang diproduksi.
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
Diketahui rumus fungsi berat total adalah:
f(x) = 5x + 10
Pabrik memproduksi 7 batang logam, artinya nilai x = 7.
Ganti huruf x dengan angka 7, lalu lakukan operasi perkalian dan penjumlahan.
f(7) = 5(7) + 10
f(7) = 35 + 10
f(7) = 45
Penyelesaian Soal Matematika: Pola Bilangan (Barisan Berhingga)
📝 Soal Nomor 16
Perhatikan susunan titik berikut!
●
● ●
●
● ● ●
● ●
●
Jika pola tersebut berlanjut, maka jumlah titik pada pola ke-6 adalah ….
- ◯ 15
- ◯ 18
- ◯ 21
- ◯ 28
💡 Konsep Dasar
- Pola Bilangan Segitiga: Susunan titik di atas membentuk segitiga. Jumlah titik pada pola ke-n selalu sama dengan penjumlahan bilangan asli berurutan dari 1 sampai n.
- Contoh: Pola ke-n = n + (n − 1) + (n − 2) + ... + 1.
🚀 Langkah-Langkah Penyelesaian
• Pola 1 = 1 titik
• Pola 2 = 2 + 1 = 3 titik
• Pola 3 = 3 + 2 + 1 = 6 titik
• Pola 4 = 4 + 3 + 2 + 1 = 10 titik
Sesuai dengan irama pola yang terbentuk, maka untuk pola ke-6, susunan titiknya pada baris paling atas adalah 6, lalu menurun 5, 4, 3, 2, dan 1.
Pola ke-6 = 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1
6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21 titik.
Rumus jumlah pola ke-n adalah Un = n(n + 1) / 2.
Untuk pola ke-6: U6 = 6(6 + 1) / 2 = 6(7) / 2 = 42 / 2 = 21.
Penyelesaian Soal Matematika: Barisan Aritmetika
📝 Soal Nomor 17
"Seorang tukang memotong papan kayu dengan berbagai ukuran panjang. Potongan pertama panjangnya 240 cm, dan setiap potongan berikutnya lebih pendek 12 cm dari potongan sebelumnya. Tukang tersebut menghasilkan 9 potongan kayu."
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang potongan kayu yang dihasilkan tukang tersebut!
💡 Konsep Dasar & Identifikasi
Kasus ini merupakan penerapan Barisan Aritmetika, di mana selisih (beda) antar potongan selalu tetap.
- Suku Pertama (a): Panjang potongan pertama = 240 cm.
- Beda (b): Karena "lebih pendek 12 cm", maka bedanya bernilai negatif = −12 cm.
- Banyak Suku (n): Total potongan kayu = 9.
- Rumus Suku ke-n: Un = a + (n − 1)b
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Analisis & Perhitungan Matematis | Status |
|---|---|---|
| A. Panjang potongan ke-5 adalah 190 cm. | Cari nilai suku ke-5 (U5): U5 = 240 + (5 − 1)(−12) U5 = 240 + 4(−12) U5 = 240 − 48 = 192 cm. Karena hasilnya 192 cm, maka pernyataan 190 cm adalah salah. |
Salah |
| B. Panjang potongan terakhir adalah 144 cm. | Potongan terakhir adalah potongan ke-9 (U9): U9 = 240 + (9 − 1)(−12) U9 = 240 + 8(−12) U9 = 240 − 96 = 144 cm. Hasil perhitungan sesuai dengan pernyataan. |
Benar |
| C. Selisih panjang antara potongan ke-2 dan potongan ke-8 adalah 72 cm. | Cara 1 (Hitung manual): U2 = 240 − 12 = 228 cm. U8 = 240 + 7(−12) = 240 − 84 = 156 cm. Selisih = 228 − 156 = 72 cm. Cara 2 (Cepat): Jarak dari potongan ke-2 sampai ke-8 adalah 6 langkah (8 − 2). Karena setiap langkah berkurang 12 cm, total selisihnya adalah 6 × 12 = 72 cm. |
Benar |
Penyelesaian Soal Geometri: Sudut pada Garis Sejajar
📝 Soal Nomor 18
Desain jembatan yang tepat sangat penting untuk memperkuat struktur karena menentukan kestabilan, ketahanan, dan keselamatan jembatan dalam menghadapi beban dan kondisi lingkungan. Salah satu contoh desain jembatan tampak pada gambar.
Diketahui rangka jembatan digambarkan dengan sketsa garis. Garis L1 sejajar dengan garis L2, dan garis L3 sejajar dengan garis L4.
Terdapat beberapa titik potong yang membentuk sudut A, B, C, D, dan E.
Jika besar sudut A adalah 50°, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
💡 Identifikasi & Konsep Dasar
Berdasarkan gambar sketsa rangka jembatan, kita menemukan persilangan antara dua pasang garis sejajar yang membentuk sudut lancip dan sudut tumpul:
- Sudut Lancip: Bernilai sama besar. Diketahui sudut A berada pada posisi lancip, sehingga semua sudut lancip pada sketsa ini besarnya 50° (termasuk C dan D yang sehadap atau bertolak belakang).
- Sudut Tumpul: Merupakan sudut pelurus dari sudut lancip. Besarnya adalah 180° − 50° = 130°. Sudut B dan E menempati posisi sudut tumpul.
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Analisis Pembuktian | Status |
|---|---|---|
| A. Besar sudut D adalah 50° | Sudut D menempati posisi sudut lancip (bertolak belakang dengan sudut C yang sehadap dengan A). Karena sudut lancip pada sketsa ini adalah 50°, maka D = 50°. | Benar |
| B. Besar sudut C dapat ditentukan dengan menggunakan aturan sudut berpelurus yaitu sebesar 50° | Nilai sudut C memang 50°. Namun alasannya salah. Sudut C bernilai 50° karena ia sehadap dengan sudut A, bukan karena aturan berpelurus. Aturan berpelurus (menjumlahkan hingga 180°) digunakan untuk mencari sudut tumpul. | Salah |
| C. Sudut B dan E sama besar yaitu 130° | Sudut B dan E menempati posisi sudut tumpul pada persilangan garis. Besarnya dicari dengan aturan berpelurus: 180° − 50° = 130°. Karena keduanya sudut tumpul, maka besarnya sama. | Benar |
Penyelesaian Soal Geometri: Kesebangunan Segitiga Siku-Siku
📝 Soal Nomor 19
Deskripsi Gambar: Terdapat sebuah segitiga siku-siku besar ABC dengan sudut siku-siku di titik A. Dari titik A ditarik sebuah garis tinggi AD yang tegak lurus dengan sisi miring BC. Garis tinggi ini membagi segitiga ABC menjadi dua segitiga siku-siku kecil, yaitu segitiga ABD dan segitiga CAD.
Diketahui ukuran sisi pada gambar:
• Panjang AB = 12 cm
• Panjang BD = 9,6 cm
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan di bawah ini!
💡 Identifikasi & Rumus Penting
Berdasarkan teorema kesebangunan pada segitiga siku-siku yang ditarik garis tinggi ke sisi miringnya, berlaku ketiga rumus ajaib berikut:
- AB² = BD × BC
- AC² = CD × BC
- AD² = BD × CD
Kita juga bisa menggunakan Teorema Pythagoras biasa karena segitiga ini adalah segitiga siku-siku.
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Analisis Pembuktian | Status |
|---|---|---|
| A. Segitiga ABD dan segitiga CAD saling sebangun. | Sesuai teorema kesebangunan pada segitiga siku-siku yang ditarik garis tinggi ke sisi miring, ketiga segitiga yang terbentuk (ΔABC, ΔDBA, dan ΔDAC) adalah saling sebangun satu sama lain karena memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. | Benar |
| B. Panjang sisi BC adalah 15 cm. | Gunakan rumus: AB² = BD × BC 12² = 9,6 × BC 144 = 9,6 × BC BC = 144 ÷ 9,6 BC = 15 cm. Hasil perhitungan sesuai dengan pernyataan. |
Benar |
| C. Panjang sisi AC adalah 10 cm. | Karena ΔABC siku-siku di A, dan kita sudah tahu AB = 12 cm dan BC = 15 cm, gunakan Pythagoras: AC² = BC² − AB² AC² = 15² − 12² AC² = 225 − 144 AC² = 81 AC = 9 cm. Panjang yang benar adalah 9 cm, bukan 10 cm. |
Salah |
Penyelesaian Soal Geometri: Luas Area Taman dan Kolam
📝 Soal Nomor 20
Deskripsi Gambar: Di sebuah taman kota berbentuk persegi panjang, terdapat sebuah kolam berbentuk lingkaran yang terletak tepat di tengah-tengah taman. Area taman lainnya (area hijau) akan ditanami rumput.
Diketahui ukuran pada gambar:
• Ukuran taman (Persegi Panjang): Panjang 20 m dan Lebar 14 m.
• Ukuran kolam (Lingkaran): Jari-jari (r) 3,5 m.
Catatan: Gunakan π = 22/7.
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan tentang luas area kolam dan area yang ditanami rumput di bawah ini!
💡 Perhitungan Dasar
Sebelum mengevaluasi pernyataan, mari kita hitung luas masing-masing area terlebih dahulu:
- Luas Taman Keseluruhan (Persegi Panjang):
L = panjang × lebar = 20 m × 14 m = 280 m² - Luas Kolam (Lingkaran):
L = π × r² = 22/7 × 3,5 × 3,5 = 22/7 × 12,25 = 38,5 m² - Luas Area Rumput (Area Hijau):
L = Luas Taman − Luas Kolam = 280 m² − 38,5 m² = 241,5 m²
🔍 Evaluasi Pernyataan (Benar / Salah)
| Pernyataan | Analisis Pembuktian | Status |
|---|---|---|
| A. Selisih antara luas taman dan luas kolam lebih dari 240 m². | Selisih luas taman dan kolam sama dengan luas area rumput, yaitu 241,5 m². Karena 241,5 lebih besar dari 240, maka pernyataan ini benar. | Benar |
| B. Jika diameter kolam ditambah 1 m, luas kolam bertambah lebih dari 7 m². | Jari-jari awal = 3,5 m (Diameter = 7 m). Luas awal = 38,5 m². Jika diameter ditambah 1 m, diameter baru = 8 m (Jari-jari baru = 4 m). Luas kolam baru = π × r² = 22/7 × 4 × 4 = 22/7 × 16 ≈ 50,28 m². Pertambahan luas = 50,28 − 38,5 = 11,78 m². Karena 11,78 lebih besar dari 7, maka pernyataan ini benar. |
Benar |
| C. Luas daerah yang ditanami rumput kurang dari 240 m². | Berdasarkan perhitungan di awal, luas area rumput adalah 241,5 m². Nilai ini lebih dari 240 m², bukan kurang dari. Oleh karena itu, pernyataan ini salah. | Salah |
Soal Nomor 21
Pak Doni mempunyai rumah dengan tampak samping kanan sebagai berikut.
Pak Doni ingin mengecat dinding samping kanan rumah tersebut. Terdapat empat merek cat di pasaran yang dapat digunakan Pak Doni seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
| Merek Cat | 1 kg Dapat Mengecat | Kemasan yang Tersedia di Toko |
|---|---|---|
| Momilex | 7 m2 | 5 kg-an dan 10 kg-an |
| Josun | 8 m2 | 2 kg-an dan 10 kg-an |
| Bulux | 10 m2 | 2 kg-an dan 5 kg-an |
| Noppin | 9 m2 | 1 kg-an dan 5 kg-an |
Pak Doni ingin membeli cat dengan merek yang sama. Supaya sisa cat yang dibeli paling sedikit, cat merek apakah yang sebaiknya dipilih?
Konsep Penyelesaian
Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kita perlu menggunakan konsep:
- Luas Bangun Datar Gabungan: Memecah bentuk rumah yang kompleks menjadi beberapa bangun datar sederhana (persegi panjang dan segitiga) untuk menghitung total luas dinding.
- Aritmatika Sosial & Optimasi: Menghitung kebutuhan total cat berdasarkan daya sebar masing-masing merek, lalu mengkombinasikan pilihan kemasan yang tersedia di toko untuk mencari sisa (residu) cat yang paling minimum.
Langkah-langkah Penyelesaian
Bangun tersebut dapat kita bagi menjadi tiga bagian yang lebih sederhana:
- Bagian 1 (Persegi Panjang Kiri):
Tinggi total kiri adalah 10 m. Dinding sebelah kanan berundak dengan tinggi 2 m dan 4 m. Sehingga tinggi dinding bata bagian kiri sebelum atap adalah 2 m + 4 m = 6 m.
Lebar dinding kiri = Lebar total - Lebar dinding kanan = 10 m - 4 m = 6 m.
Luas 1 = 6 m × 6 m = 36 m2 - Bagian 2 (Persegi Panjang Kanan Bawah):
Lebar = 4 m dan Tinggi = 2 m.
Luas 2 = 4 m × 2 m = 8 m2 - Bagian 3 (Segitiga Atap Kiri):
Alas segitiga = Lebar dinding kiri = 6 m.
Tinggi segitiga = Tinggi total - Tinggi dinding bawah = 10 m - 6 m = 4 m.
Luas 3 = ½ × alas × tinggi = ½ × 6 m × 4 m = 12 m2
Total Luas Dinding = Luas 1 + Luas 2 + Luas 3 = 36 + 8 + 12 = 56 m2
Kita akan menghitung berapa kg cat yang dibutuhkan dan kemasan apa yang harus dibeli untuk meminimalisir sisa.
| Merek | Kebutuhan Teoritis (Luas ÷ Daya Sebar) | Skenario Pembelian Kemasan | Cat Terbeli | Sisa Cat (Terbeli - Teoritis) |
|---|---|---|---|---|
| Momilex | 56 m2 ÷ 7 m2/kg = 8 kg | Beli 2 kemasan 5 kg atau 1 kemasan 10 kg | 10 kg | 10 kg - 8 kg = 2 kg |
| Josun | 56 m2 ÷ 8 m2/kg = 7 kg | Beli 4 kemasan 2 kg | 8 kg | 8 kg - 7 kg = 1 kg |
| Bulux | 56 m2 ÷ 10 m2/kg = 5,6 kg | Beli 3 kemasan 2 kg | 6 kg | 6 kg - 5,6 kg = 0,4 kg |
| Noppin | 56 m2 ÷ 9 m2/kg = ± 6,22 kg | Beli 1 kemasan 5 kg + 2 kemasan 1 kg | 7 kg | 7 kg - 6,22 kg = 0,78 kg |
Berdasarkan tabel analisis di atas, sisa cat yang paling sedikit didapatkan jika Pak Doni menggunakan cat merek Bulux (hanya tersisa 0,4 kg).
Soal Nomor 22
Sebuah usaha rumahan akan mengemas produk makanan menggunakan kemasan berbentuk prisma segitiga yang dibuat dari karton. Setiap kemasan dibuat dari satu jaring-jaring utuh.
Berikut gambar kemasan dan sketsa jaring-jaringnya.
Karton yang tersedia untuk produksi hari itu memiliki ukuran 50 cm × 100 cm. Pemotongan karton dilakukan dengan rapi dan memperhatikan tata letak. Jaring-jaring kemasan dibuat dengan kertas yang saling terhubung dan bukan menggabungkan hasil potongan lain.
Banyak kemasan maksimum yang dapat dibuat adalah ....
Konsep Penyelesaian
Untuk menyelesaikan soal optimasi pemotongan ini, kita perlu memahami dua hal:
- Teorema Pythagoras & Geometri Dasar: Menentukan ukuran panjang dan lebar maksimal (bounding box) dari satu jaring-jaring utuh.
- Aritmatika Keruangan (Tata Letak): Menghitung berapa banyak jaring-jaring yang muat ke dalam karton tanpa terpotong. Kita tidak boleh sekadar membagi Total Luas Karton dengan Luas Jaring-jaring, karena jaring-jaring memiliki bentuk yang tidak beraturan dan harus utuh.
Langkah-langkah Penyelesaian
Kita perlu mencari panjang total dan lebar total dari satu lembar jaring-jaring.
- Mencari Lebar Total:
Alas prisma adalah segitiga siku-siku dengan sisi penyiku 6 cm dan 8 cm. Sisi miringnya (hipotenusa) dapat dicari dengan Pythagoras:
Sisi Miring = √(62 + 82) = √(36 + 64) = √100 = 10 cm.
Pada jaring-jaring, persegi panjang bagian tengah melekat pada hipotenusa, sehingga lebarnya 10 cm.
Total Lebar Jaring-jaring = 8 cm + 10 cm + 6 cm = 24 cm. - Mencari Tinggi Total:
Tinggi total terdiri dari tinggi persegi panjang (12 cm) ditambah tinggi kedua segitiga alas dan tutup.
Luas segitiga alas = ½ × alas × tinggi = ½ × 6 × 8 = 24 cm2.
Jika hipotenusa (10 cm) dianggap sebagai alas baru untuk mencari tinggi segitiga (t) yang menonjol pada jaring-jaring:
½ × 10 × t = 24 → 5t = 24 → t = 4,8 cm.
Total Tinggi Jaring-jaring = 4,8 cm (segitiga atas) + 12 cm (persegi panjang) + 4,8 cm (segitiga bawah) = 21,6 cm.
Jadi, satu jaring-jaring utuh membutuhkan area kotak imajiner berukuran 24 cm × 21,6 cm.
Karton yang tersedia berukuran 100 cm × 50 cm.
Kita akan menyusun jaring-jaring berukuran 24 cm × 21,6 cm ke dalam karton tersebut:
- Pada sisi panjang (100 cm):
100 cm ÷ 24 cm = 4,16. Artinya, muat sebanyak 4 jaring-jaring (sisa 4 cm). - Pada sisi lebar (50 cm):
50 cm ÷ 21,6 cm = 2,31. Artinya, muat sebanyak 2 jaring-jaring (sisa 6,8 cm).
Total jaring-jaring maksimum yang dapat dibuat = 4 baris × 2 kolom = 8 kemasan.
Banyak siswa terjebak menjawab 14 kemasan (Opsi D). Mereka menghitung menggunakan perbandingan luas: (Luas Karton / Luas 1 Jaring-jaring) = 5000 / 336 ≈ 14,8.
Perhitungan luas ini salah karena mengasumsikan potongan kertas sisa yang terpotong-potong bisa disambung lagi menjadi kemasan baru, padahal syarat di soal adalah "dibuat dari satu jaring-jaring utuh".
Soal Nomor 23
Perhatikan posisi robot pembersih pada bidang koordinat Kartesius berikut!
Posisi robot setelah berpindah sesuai translasi tersebut adalah ....
Konsep Penyelesaian
Dalam transformasi geometri, Translasi (Pergeseran) adalah memindahkan setiap titik pada bidang menurut jarak dan arah tertentu. Jika titik P(x, y) ditranslasikan oleh T(a, b), maka koordinat barunya P'(x', y') adalah:
y' = y + b
Langkah-langkah Penyelesaian
Berdasarkan gambar pada bidang Kartesius, posisi awal robot berada pada koordinat:
Robot (x, y) = (6, 5)
Robot bergerak sesuai dengan translasi T(4, -2). Artinya:
- Nilai a = 4 (Geser 4 satuan ke kanan)
- Nilai b = -2 (Geser 2 satuan ke bawah)
Mari kita hitung koordinat barunya:
y' = 5 + (-2) = 3
Posisi baru robot adalah (10, 3).
Sekarang, perhatikan kembali gambar koordinat Kartesius. Kita cari titik mana yang berada di koordinat (10, 3):
- Titik A (4, 1)
- Titik B (10, 7)
- Titik C (10, 3)
- Titik D (8, 9)
Soal Nomor 24
Perhatikan gambar dua segitiga pada bidang koordinat Kartesius di bawah ini!
Transformasi tunggal yang paling tepat untuk mengubah posisi segitiga ABC menjadi segitiga A'B'C' adalah ....
Langkah Analisis
| Titik Asal (ABC) | Titik Bayangan (A'B'C') | Pola Perubahan (x, y) |
|---|---|---|
| A(2, 1) | A'(-1, 2) | (x, y) → (-y, x) |
| B(6, 1) | B'(-1, 6) | (x, y) → (-y, x) |
| C(4, 5) | C'(-5, 4) | (x, y) → (-y, x) |
Kesimpulan Logis
Berdasarkan tabel di atas, semua titik mengikuti aturan pemetaan (x, y) → (-y, x). Dalam teori transformasi geometri, aturan ini merupakan ciri khas dari:
- Rotasi 90° berlawanan arah jarum jam.
- Pusat rotasi berada pada titik asal O(0, 0).
Soal Nomor 24
Perhatikan gambar dua segitiga pada bidang koordinat Kartesius di bawah in
Transformasi tunggal yang paling tepat untuk mengubah posisi segitiga ABC menjadi segitiga A'B'C' adalah ....
Langkah Analisis
| Titik Asal (ABC) | Titik Bayangan (A'B'C') | Pola Perubahan (x, y) |
|---|---|---|
| A(2, 1) | A'(-1, 2) | (x, y) → (-y, x) |
| B(6, 1) | B'(-1, 6) | (x, y) → (-y, x) |
| C(4, 5) | C'(-5, 4) | (x, y) → (-y, x) |
Kesimpulan Logis
Berdasarkan tabel di atas, semua titik mengikuti aturan pemetaan (x, y) → (-y, x). Dalam teori transformasi geometri, aturan ini merupakan ciri khas dari:
- Rotasi 90° berlawanan arah jarum jam.
- Pusat rotasi berada pada titik asal O(0, 0).
Soal Nomor 25
Dalam pembangunan sebuah monumen peringatan, kontraktor menggunakan bata ringan berbentuk balok untuk menyusun bagian dalam monumen. Desain monumen tersebut diberikan pada sketsa berikut:
Setiap bata ringan yang digunakan berukuran 60 cm × 20 cm × 10 cm. Susunan bata ringan pada monumen tersebut dianggap tersusun rapat tanpa celah.
Berapakah jumlah minimal bata ringan yang diperlukan untuk membangun monumen tersebut?
Langkah Penyelesaian
Ukuran balok: panjang 6 m, lebar 6 m, tinggi 5 m.
V_balok = 6 × 6 × 5 = 180 m³
Alas limas sama dengan alas balok (6m × 6m) dengan tinggi 3 m.
V_limas = 1/3 × (6 × 6) × 3
V_limas = 1/3 × 36 × 3 = 36 m³
Total Volume = 180 + 36 = 216 m³.
Ingat: 1 m³ = 1.000.000 cm³.
Jumlah Bata = 216.000.000 / 12.000
Jumlah Bata = 216.000 / 12 = 18.000 buah
Soal Nomor 26
Petugas perpustakaan di suatu sekolah melakukan pendataan jumlah buku yang dipinjam siswa kelas IX selama 5 hari berturut-turut. Hasil pendataan disajikan dalam diagram batang berikut:
Analisis Data Diagram
- Senin: 48 buku
- Selasa: 56 buku
- Rabu: 72 buku
- Kamis: 64 buku
- Jumat: 40 buku
| Pilihan | Analisis Pernyataan | Status |
|---|---|---|
| A | Meningkat dari Senin-Rabu, namun menurun pada hari Kamis dan Jumat. | SALAH |
| B | Kamis (64) > Selasa (56). Pernyataan menyebut Kamis lebih sedikit. | SALAH |
| C | Selisih Senin & Jumat = 48 - 40 = 8 buku (kurang dari 10). | SALAH |
| D | Batang tertinggi adalah hari Rabu dengan jumlah 72 buku. | BENAR |
Soal Nomor 27
- Peningkatan jumlah pengunjung paling signifikan (paling besar) terjadi pada periode bulan April ke Mei.
- Jika setiap pengunjung di bulan Mei membeli satu alat tulis, maka jumlah pulpen yang terjual adalah 64 buah.
- Berdasarkan tren pada diagram garis, jumlah pengunjung koperasi selalu mengalami kenaikan secara konsisten setiap bulannya.
- Pada bulan Mei, jumlah buku tulis yang terjual adalah 50 buah.
Konsep yang Digunakan
2. Interpretasi Diagram Lingkaran: Mengonversi nilai persentase menjadi nilai riil (frekuensi).
3. Aritmatika Sosial: Menghitung porsi bagian terhadap total populasi.
Rumus Utama:
Nilai Bagian = (Persentase ÷ 100) × Total Data
✍ Langkah Penyelesaian
Langkah 1: Analisis Tren Pengunjung (Diagram Garis)
Kita hitung selisih kenaikan pengunjung dari bulan ke bulan:
- Januari ke Februari: 140 − 120 = 20 orang
- Februari ke Maret: 150 − 140 = 10 orang
- Maret ke April: 135 − 150 = −15 orang (Penurunan)
- April ke Mei: 160 − 135 = 25 orang
ANALISIS 1 Peningkatan terbesar (signifikan) memang terjadi pada April ke Mei (25 orang). Pernyataan 1 BENAR. Namun, karena ada penurunan di bulan April, tren tidak konsisten naik. Pernyataan 3 SALAH.
Langkah 2: Perhitungan Penjualan Mei (Diagram Lingkaran)
Diketahui total pengunjung Mei = 160 orang (asumsi 1 orang = 1 alat tulis).
Menghitung Penjualan Pulpen (40%):
Pulpen = 40% × 160Pulpen = 0,40 × 160 = 64 buah
ANALISIS 2 Hasil perhitungan adalah 64. Pernyataan 2 BENAR.
Menghitung Penjualan Buku Tulis (30%):
Buku Tulis = 30% × 160Buku Tulis = 0,30 × 160 = 48 buah
ANALISIS 3 Hasilnya 48 buah, bukan 50. Pernyataan 4 SALAH.
✅ Kunci Jawaban
Pernyataan yang benar adalah:
- ⮚ Pernyataan 1: Peningkatan signifikan April ke Mei.
- ⮚ Pernyataan 2: Jumlah pulpen terjual adalah 64 buah.
📝 Soal Nomor 28
Jika dalam satu kemasan sudah berisi 1 telur besar, 5 telur sedang, dan 2 telur kecil, maka dua telur tambahan yang harus dipilih supaya tetap memenuhi aturan pengemasan adalah ...."
Pilihan Jawaban:
A. 2 telur sedang
B. 2 telur besar
C. 1 telur besar dan 1 telur kecil
D. 1 telur besar dan 1 telur sedang
💡 Konsep yang Digunakan
Rata-rata = (Total Berat) ÷ (Jumlah Butir)
Agar rata-rata 10 butir adalah 55 gram, maka Total Berat yang harus dicapai adalah:
Total Berat = 10 butir × 55 gram = 550 gram✍ Langkah Penyelesaian
Langkah 1: Hitung total berat telur yang sudah ada
- 1 telur besar: 1 × 65 = 65 gram
- 5 telur sedang: 5 × 55 = 275 gram
- 2 telur kecil: 2 × 45 = 90 gram
Langkah 2: Hitung kekurangan berat untuk mencapai target
Target total berat adalah 550 gram. Maka berat 2 telur tambahan adalah:
Kekurangan = 550 − 430 = 120 gramLangkah 3: Analisis pilihan jawaban (Mencari total 120 gram dari 2 telur)
- Opsi A: 2 sedang = 55 + 55 = 110 gram (Salah)
- Opsi B: 2 besar = 65 + 65 = 130 gram (Salah)
- Opsi C: 1 besar + 1 kecil = 65 + 45 = 110 gram (Salah)
- Opsi D: Kita coba hitung ulang:
Jika target 550, dan yang ada 430, selisih 120.
Mari kita cek 1 telur besar (65) dan 1 telur sedang (55):
65 + 55 = 120 gram.
✅ Kunci Jawaban
Dua telur tambahan yang harus dipilih adalah:
D. 1 telur besar dan 1 telur sedang
Saran Logika Cepat: Karena rata-rata yang diminta (55g) sama dengan berat telur sedang, maka setiap ada 1 telur besar (+10 dari rata-rata), harus diimbangi 1 telur kecil (-10 dari rata-rata). Saat ini ada 1 besar dan 2 kecil, berarti butuh 1 besar lagi agar seimbang.
📝 Soal Nomor 29
- Jumlah lampu dengan kondisi baik: 980 buah
- Jumlah lampu dengan kondisi rusak: 20 buah
Pilihan Jawaban:
A. 1/50 B. 1/49 C. 2/49 D. 49/50
💡 Konsep yang Digunakan
Peluang suatu kejadian adalah perbandingan antara jumlah titik sampel kejadian tersebut dengan jumlah seluruh ruang sampel (total kemungkinan).
P(A) = n(A) ÷ n(S)Keterangan:
- n(A): Banyaknya kejadian yang diinginkan (lampu rusak).
- n(S): Total seluruh objek (total seluruh lampu).
✍ Langkah Penyelesaian
Langkah 1: Tentukan Ruang Sampel (Total Lampu)
Total lampu di dalam wadah adalah jumlah lampu baik ditambah lampu rusak:
n(S) = 980 + 20 = 1.000 buahLangkah 2: Tentukan Titik Sampel (Lampu Rusak)
Jumlah lampu rusak yang ada adalah:
n(A) = 20 buahLangkah 3: Hitung Peluang dan Sederhanakan
P(Lampu Rusak) = 20 ÷ 1.000Untuk menyederhanakan pecahan tersebut, kita bagi pembilang dan penyebut dengan angka 20:
(20 ÷ 20) ÷ (1.000 ÷ 20) = 1 ÷ 50✅ Kunci Jawaban
Peluang terpilihnya lampu dengan kondisi rusak adalah:
A.
Pesan untuk Siswa: Selalu ingat untuk menjumlahkan seluruh data terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai "Ruang Sampel" sebelum menghitung peluang!
📝 Soal Nomor 30
| Tahap | Jumlah Uji | Sensor Berhasil | Sensor Gagal |
|---|---|---|---|
| I | 100 | 91 | 9 |
| II | 150 | 132 | 18 |
| III | 250 | 215 | 35 |
- Frekuensi relatif atau peluang kegagalan sensor dari seluruh pengujian adalah 0,124.
- Frekuensi relatif atau peluang kegagalan pada Tahap III lebih besar daripada pada Tahap I.
- Jika dilakukan 1.000 pengujian tambahan, frekuensi harapan sensor tersebut akan gagal adalah sebanyak 124 kali.
- Peluang sensor berhasil pada satu kali deteksi berikutnya adalah sebesar 0,91.
💡 Konsep yang Digunakan
fr = (Banyak Kejadian) ÷ (Banyak Percobaan)
2. Frekuensi Harapan (Fh):
Fh = P(A) × Banyak Pengujian (n)
✍ Langkah Penyelesaian
Analisis Pernyataan 1 (Peluang Kegagalan Total)
Total Seluruh Uji: 100 + 150 + 250 = 500
Total Sensor Gagal: 9 + 18 + 35 = 62
BENAR Sesuai dengan pernyataan 1.
Analisis Pernyataan 2 (Perbandingan Tahap III vs Tahap I)
- Gagal Tahap I: 9 ÷ 100 = 0,09
- Gagal Tahap III: 35 ÷ 250 = 0,14
BENAR Karena 0,14 > 0,09 maka kegagalan di Tahap III memang lebih besar.
Analisis Pernyataan 3 (Frekuensi Harapan)
Menggunakan peluang total yang sudah dihitung (0,124):
Fh = 0,124 × 1.000 = 124 kaliBENAR Prediksi kegagalan adalah 124 kali.
Analisis Pernyataan 4 (Peluang Berhasil)
Peluang berhasil dihitung dari total berhasil (91+132+215 = 438) dibagi total uji (500):
P(Berhasil) = 438 ÷ 500 = 0,876SALAH Angka 0,91 hanya berlaku untuk Tahap I saja, bukan peluang keseluruhan.
✅ Kunci Jawaban
Pernyataan yang harus dipilih (BENAR) adalah:
- ✔ Pernyataan 1 (Peluang gagal total 0,124)
- ✔ Pernyataan 2 (Gagal Tahap III > Tahap I)
- ✔ Pernyataan 3 (Harapan gagal 124 kali)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar