Mari kita bedah konsep dan langkah penyelesaiannya.
Penyelesaian Soal Teori Bilangan
Soal: Banyaknya bilangan bulat positif yang kurang dari 101 dan bisa dinyatakan sebagai hasil penjumlahan setidaknya 4 bilangan bulat positif berurutan adalah...
1. Konsep Dasar
Misalkan N adalah bilangan yang merupakan hasil penjumlahan dari k bilangan bulat positif berurutan mulai dari a (di mana a ≥ 1). Kita bisa menulisnya sebagai deret aritmatika:
Dengan menggunakan rumus jumlah deret aritmatika, kita dapatkan:
Perhatikan dua faktor pembentuk 2N ini, yaitu k dan (2a + k - 1):
- Paritas Berbeda: Selisih antara kedua faktor tersebut adalah 2a - 1 (selalu ganjil), maka salah satu faktor pasti ganjil dan faktor lainnya pasti genap.
- Faktor Terkecil: Karena a ≥ 1, maka k selalu menjadi faktor yang lebih kecil.
- Syarat Soal: Meminta setidaknya 4 bilangan berurutan, berarti k ≥ 4.
Kesimpulan: Sebuah bilangan N bisa dinyatakan sebagai jumlah ≥ 4 bilangan berurutan jika 2N bisa difaktorkan menjadi pasangan ganjil-genap di mana faktor terkecilnya bernilai ≥ 4.
2. Strategi Penyelesaian (Mencari yang Gagal)
Kita akan mencari bilangan N ≤ 100 yang GAGAL memenuhi syarat (yaitu faktor terkecilnya selalu ≤ 3).
- Kelompok 1: Perpangkatan 2
Bentuk: 2p-1. Pasangan faktor beda paritas hanya 1. Karena 1 < 4, kelompok ini gagal.
Bilangan: 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64 (Total: 7 bilangan) - Kelompok 2: 3 × Perpangkatan 2
Bentuk: 3 × 2p-1. Faktor ganjilnya 1 dan 3. Keduanya < 4, kelompok ini gagal.
Bilangan: 3, 6, 12, 24, 48, 96 (Total: 6 bilangan) - Kelompok 3: Bilangan Prima Ganjil ≥ 5
Faktor ganjil dari 2N adalah 1 dan N. Faktor terkecilnya antara 1 atau 2. Keduanya < 4, kelompok ini gagal.
Bilangan prima ≤ 100 selain 2 dan 3 ada 23 bilangan. (Total: 23 bilangan) - Kelompok 4: Pengecualian Bilangan Ganjil Komposit (Angka 9)
Untuk N = 9, 2N = 18. Pasangan beda paritasnya (1,18), (9,2), (3,6). Faktor terkecilnya 1, 2, dan 3. Semuanya < 4, jadi 9 gagal.
Bilangan: 9 (Total: 1 bilangan)
3. Perhitungan Akhir
Total bilangan yang gagal = 7 + 6 + 23 + 1 = 37 bilangan.
4. Pembuktian dengan Contoh
Contoh 1: N = 30 (Bilangan Genap)
Kalikan dengan 2 → 2N = 60. Cari faktor beda paritas:
- 1 × 60 (Gagal, terkecil 1)
- 3 × 20 (Gagal, terkecil 3)
- 4 × 15 (Berhasil! Terkecil k = 4)
- 5 × 12 (Berhasil! Terkecil k = 5)
Deret untuk k=4: 2a + 4 - 1 = 15 → 2a = 12 → a = 6.
Deretnya: 6 + 7 + 8 + 9 = 30
Deret untuk k=5: 2a + 5 - 1 = 12 → 2a = 8 → a = 4.
Deretnya: 4 + 5 + 6 + 7 + 8 = 30
Contoh 2: N = 25 (Bilangan Ganjil)
Kalikan dengan 2 → 2N = 50. Cari faktor beda paritas:
- 1 × 50 (Gagal)
- 2 × 25 (Gagal)
- 5 × 10 (Berhasil! Terkecil k = 5)
Deret untuk k=5: 2a + 5 - 1 = 10 → 2a = 6 → a = 3.
Deretnya: 3 + 4 + 5 + 6 + 7 = 25

Tidak ada komentar:
Posting Komentar